PENGARUH PENGULANGAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KERUSAKAN MINYAK KELAPA DENGAN METODE ASAM THIOBARBITURAT (TBA)
PENGARUH PENGULANGAN
LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KERUSAKAN MINYAK
KELAPA DENGAN METODE ASAM THIOBARBITURAT (TBA)
Tanaman kelapa (cococ nicifera L) banyak terdapat di indonesia, tumbuh bauk pada iklan tropik. Kelapa merupakan sumber utama minyak nabati lebih kurang mencapai 80%. Minyak kelapa adalah minyak yang diperoleh dengan pemerasan daging buah cocos nucifera L yang telah dikeringkan, tidak berwarna atau kuning pucat, bau khas dan tidak tengik.
Minyak kelapa
mengandung campuran trigeliserida. Trigeliserida adalah ester gliserol dengan
asam lemak tidak jenuh diantaranya: asam kaprilat, koprat laurat, olea
t, linoleat, palmitat, stearat, dan miristat. Ester inilah yang menentukan sifat kimia maupun fisika sehingga menentukan kualitas minyak. Berubahnya minyak kelapa menjadi tengik disebabkan oleh peristiwa otooksidasi pada ikatan tak jenuh yang terdapat pada rantai hidrokarbonnya
t, linoleat, palmitat, stearat, dan miristat. Ester inilah yang menentukan sifat kimia maupun fisika sehingga menentukan kualitas minyak. Berubahnya minyak kelapa menjadi tengik disebabkan oleh peristiwa otooksidasi pada ikatan tak jenuh yang terdapat pada rantai hidrokarbonnya
Beberapa cara pengujian
terhadap kerusakan dari minyak antara lain: Uji Kreis, cara ini didasarkan
reaksi antara hasil reaksi oksidasi dari minyak yaitu opihidrin aldehida dengan
florogucinol memberikan senyawa berwarna derajad kerusakan minyak ditentukan
intensitas warna yang terbentuk. Cara terpenting untuk menyatakan erajat
kerusakan minyak kelapa adalah bilangan peroksida.
·
Bilangan
peroksida ini menyatakan jumlah oksigen dalam mili ekivalen
per 1000 gram minyak. minyak yang
bilangan peroksidanya tinggi berarti telah tengik dan apabila bilangan
peroksidanyan rendah berarti minyak muali tengik. Terlihat ada hubungan erat
antara bilangan peroksida dengan bilangan jod.
·
Bilangan
iod,
minyak yang berbilangan jod tinggi cenderung mempunyai bilangan peroksida
tinggi dan sebaliknya. Bilangan jod dinyatakan sebagai jumlah gram jodium yang
diserap oleh 100 gram minyak. jumlah jodium yang diserap menetukan banyaknya
ikatan rangkap atau ikatan tidak jenuh dalam minyak.
·
Bilangan
asam, adalah ukuran dari jumlah asam organik bebas yang
terkandung dalam minyak. bilangan ini dinyatakan sebagai jumlah miligram KOH
yang digunakan untuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram
minyak. minyak dengan bilangan asam
tinggi cenderung melarutkan logam-logam, misalnya Fe, Cu. Adanya proses
tersebut mempercepat kemengkinan
kerusakan minyak karena oksidasi.
Pada penyimpanan bilangan peroksida
minyak kelapa naik dengan bertambahnya waktu penyimpanan, dan macam produk
minyak mempunyai bilangan peroksida yang berbeda. Kenaikan bilangan peroksida
tiap-tiap produk minyak berbeda pula. Dapat diketahui bahwa lama penyimpanan saling berinterkasi terhadap
kecepatan kenaikan bilangan peroksidanya.
Lama penyimpanan berpengaruh terhadap
kenaikan bilangan asam. Pada dua macam perlakuan waktu yang berdekatan misalnya
selama 2 minggu dibandingkan dengan disimpan selama 4 minggu ternayata bilangan
asamnya tidak memberikan beda yang nayata. Jika dibandingkan dengan dengan
minyak yang disimpan lebih dari 2 minggu dibandingkan dengan 8 minggu baru
dapat memberikan beda yang nyata. Jika memberikan beda nyata berarti adanya
beda bilangan asam dari beberapa produk tersebut.
Uji asam thiobarbiturat (TBA) dipakai
untuk menentukan adanya ketengikan (Winarno, 1997). Badan Standarisasi Nasional
(1991) menyatakan bahwa batas maksimal ketengikan minyak 3 mg malonaldehid/Kg
sampel. Mutu minyak akan semakin turun, karena minyak yang tengik mengandung
aldehid dan kebanyakan sebagai malonaldehid.
Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan tentang pengaruh pengulangan dan lama penyimpanan terhadap ketengikan
minyak kelapa dengan metode asam thiobarbiturat (TBA) bahwa pada pengujian asam
thiobarbiturat didapatkan hasil tiga kali pengulangan penggorengan dan dua hari
penyimpanan pada minyak kelapa, sudah mengalami ketengikan minyak kelapa.
Namun, ketengikan minyak kelapa yang didapat masih di bawah batas maksimal yang
ditetapkan Badan Standarisasi Nasional (1991) yaitu 3 mg malonaldehid/Kg
sampel. Pada pengujian asam thiobarbiturat didapatkan angka asam thiobarbiturat
yang terkandung dalam minyak kelapa terdapat perbedaan setelah tiga kali
pengulangan dan dua hari penyimpanan. Pada pengujian bilangan peroksida,
bilangan asam, angka penyabunan, bilangan iod dan asam lemak bebas didapatkan
hasil yang berbeda pada minyak kelapa setelah tiga kali pengulangan penggorengan
dan 2 hari penyimpanan.
REFERENSI:
Zikra Azizah, Roslinda Rasyid, Desi
Kartina, 2016. Pengaruh Pengulangan dan
Lama Penyimpanan Terhadap Ketengikan Minyak Kelapa Dengan Metode Asam
Thiobarbiturat (tba). Jurnal Farmasi Higea, vol 8, no 2. (Diakses pada
tanggal 04 Mei 2020).
Sugeng Riyanto, 1982. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap
Laju Kerusakan Minyak Kelapa yang Beredar Di Yogyakarta. Fakultas Farmasi
Gajah Mada. (Diakses pada tanggal 4 Mei 2020)
Danu Ariono, Maxs Christian, Philip Irfan, Sri
Mulyani Suharno, Aisya Tamara. 2017. Pengaruh
Penambahan Ekstrak Bahan Alami Terhadap Laju Oksidasi Minyak Kelapa. Program
Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Pertanian. Reaktor, vol 17. No 3.
(Diakses pada tanggal 4 Mei 2020).

Good job good job
BalasHapusTks
BalasHapus